Monday, March 21, 2011

Rock Climbing

Panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45o  dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.
Pada dasarnya olah raga panjat tebing adalah suatu olah raga yang mengutamakan kelenturan, kekuatan / daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama team serta ketrampilan dan pengalaman setiap individu untuk menyiasati tebing itu sendiri. Dalam menambah ketinggian dengan memanfaatkan cacat batuan maupun rekahan / celah yang terdapat ditebing tersebut serta pemanfaatan peralatan yang efektif dan efisien untuk mencapai puncak pemanjatan
Pada awalnya panjat tebing merupakan olah raga yang bersifat petualangan murni dan sedikit sekali memiliki peraturan yang jelas, seiring dengan berkembangnya olah raga itu sendiri dari waktu kewaktu telah ada bentuk dan standart baku dalam aktifitas dalam panjat tebing yang diikuti oleh penggiat panjat tebing. Banyaknya tuntutan tentang perkembangan olah raga ini memberi alternatif yang lain dari unsur petualangan itu sendiri. Dengan lebih mengedepankan unsur olah raga murni (sport).

Seorang pemanjat harus bisa memahami tebing yang akan dipanjat, bagaimana kontur tebing tersebut, apa saja peralatan yang nantinya akan dipergunakan, dan kalau bisa tahu secara detail bagaimana bentuk pegangan dan celah-celah yang ada pada tebing tersebut  yang paling utama pemanjat harus  bisa menentukan jalur pemanjatan, cara pemasangan dan penggunaan peralatan yang benar, hal itu akan menjadi safety standart prosedur dalam pemanjatan sehingga menjadi support tambahan bagi kesuksesan dalam melakukan pemanjatan.
Teknik pemanjatan dikelompokkan sesuai bagian dengan tebing yang dimanfaatkan untuk memperoleh gaya tumpuan dan pegangan, yaitu :
a.   Face Climbing
Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih terdapat tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan.

b.   Friction / Slab Climbing
Teknik ini hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu.

c.   Fissure Climbing
 Teknik ini memanfaatkan celah yang digunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak.

Dengan cara demikian dan beberapa pengembangan, dikenal teknik-teknik berikut ;
a.   Jamming
Teknik memanjat dengan memanfaatkan celah yang tidak begitu lebar. Jari-jari tangan, kaki atau tangan dapat dimasukkan / diselipkan pada celah sehingga seolah-olah menyerupai pasak.

b.   Chimneying
Teknik memanjat celah vertical yang cukup besar. Badan masuk diantara celah dan punggung menempel disalah satu sisi tebing. Sebelah kaki menempel pada sisi tebing depan, dan sebelah lagi menempel ke sisi tebing belakang. Kedua tangan diletakkan menempel pula dan membantu mendorong serta membantu menahan berat badan.

c.   Bridging
Teknik memanjat pada celah vertikal yang lebih besar (gullies). Caranya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai pegangan pada kedua celah tersebut. Posisi badan mengangkang kaki sebagai tumpuan dibantu juga tangan sebagai penjaga keseimbangan.

d.   Lay back
Teknik memanjat pada celah vertical dengan menggunakan tangan dan kaki. Pada teknik ini jari tangan mengait tepi celah tersebut dengan punggung miring sedemikian rupa untuk menempatkan kedua kaki mendorong kedepan dan kemudian bergerak naik silih berganti.

e.   Hand traverse
Teknik memanjat pada tebing dengan gerak menyamping (horizontal). Hal ini dilakukan bila pegangan yang ideal sangat minim dan untuk memanjat vertukal sudah tidak memungkinkan lagi. Teknik ini sangat rawan, dan banyak memakan tenaga karena seluruh berat badan tertumpu pada tangan, sedapat mungkin pegangan tangan dibantu dengan pijakan kaki (ujung kaki) agar berat badan dapat terbagi lebih rata. 

f.   Mantelself
Teknik memanjat tonjolan-tonjolan (teras-teras kecil) yang letaknya agak tinggi namun cukup besar untuk diandalkan untuk tempat brdiri selanjutnya. Kedua tangan dgunakan untuk menarik berat badan dibantu dengan pergerakan kaki. Bila tonjolan-tonjolan tersebut setinggi paha atau dada maka posisi tangan berubah dari menarik menjadi menekan untuk mengngkat berat badan yang dibantu dengan dorongan kaki.
Sebagaimana panjat tebing ialah memanfaatkan cacat batuan untuk menambah ketinggian sehingga seorang pemanjat dituntut berani, teliti dan terampil juga dalam kemampuan berfikir yang tepat dalam bertindak dengan keadaan yang terbatas untuk membuat keputusan menyiasati dan memecahkan permasalahan yang dihadapi secara tepat, cepat dan aman.
Olahraga ini melatih fisik,mental,dan kesabaran.Secara filosofi,ibarat kita sedang meraih suatu tujuan tidak mudah,memerlukan banyak perjuangan dan ke hati-hatian kita dalam melangkah,serta mengambil keputusan.
sumber:http://noenkcahyana.blogspot.com/2010/10/mengenal-olah-raga-panjat-tebing-rock.html

Thursday, March 17, 2011

Motocross


Siapa yang tidak kenal dengan olahraga yang menjadi sebuah hobi saat ini?
kalau saya sebut ini "ngecross" atau bapak saya nyebut ini "nrabas".
Hobi yang masih menjadi salah satu ikon bagi para pecinta hobi petualangan ini sangat memacu adrenalin dan mental kita.Kok bisa sih?Karena kita akan menemukan medan-medan yang sulit atau sangat sulit untuk dilalui motor-motor biasa.Sensasi yang diberikan sangat luar biasa,kita bisa menikmati alam yang indah sambil memacu kendaraan kita melewati pematang sawah,sungai,jalan setapak,bahkan hutan,dan lain-lain.
Bisa dibilang hobi ini cukup berisiko,pasalnya saya mendengar pernyataan dari teman saya bahwa bapak teman saya patah tulang akibat kurang hati-hati dalam mengendarai motornya.
Dalam hobi ini kita bisa mengambil berbagai macam hal,seperti kita dituntut untuk cepat mengambil keputusan apabila kita memilih jalan,mental kita harus di adu dengan tingkat kesulitan medan yang kita tempuh,dan pastinya juga melatih daya tahan kita,karena olahraga ini juga memerlukan fisik yang prima,dan masih banyak lagi yang lainnya.
Nah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk safety riding sebagai berikut:
  • Sarung Tangan    

  • Dekker Tangan




    •  Dekker Kaki



      • Body Protector


        • Helm


          • Boot


          • Dan yang terakhir dan nggak kalah penting adalah pelindung mata atau Google


            Berani coba???taklukkan mental dan kuatkan nyalimu!